Pukul 4 Pagi ~ Aan Mansyur

Tidak ada yang bisa diajak berbincang
Dari jendela kau lihat bintang-bintang sudah lama tanggal
Lampu kota bagai kalimat selamat tinggal
Kau rasakan seseorang di kejauhan menggeliat dalam dirimu
Kau berdoa: semoga kesedihan memperlakukan matanya dengan baik

Kadang-kadang, kaupikir…
Lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang
Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu
Mereka yang datang kemudian hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan

Dirimu tak pernah utuh
Sementara kesunyian adalah buah yang menolak dikupas
Jika kaucoba melepas kulitnya
Hanya kau temukan kesunyian yang lebih besar
Pukul 4 Pagi … Kau butuh kopi segelas lagi

by Aan Mansyur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s